Awali Pagi dengan Salat Duha dan Tadarus Al-Qur’an, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Perkuat Pendidikan Karakter

PURBALINGGA – SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga mengawali aktivitas belajar dengan program pembiasaan pagi berupa salat Duha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an. Program yang diikuti 385 murid tersebut dilaksanakan di Masjid Nur Kamila, kompleks sekolah, sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter religius sekaligus mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Suasana pagi yang masih diselimuti udara dingin musim kemarau tidak menyurutkan semangat para murid untuk berkumpul di masjid sejak pukul 07.00 WIB. Dengan didampingi para guru, seluruh murid melaksanakan salat Duha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an sebagai bagian dari pembiasaan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.

Kepala SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga, Apt. Nur Fitri Widiyanti, S.Si., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan pengembangan dari program Tahsin Al-Qur’an yang telah berjalan sebelumnya. Menurutnya, pembiasaan ini menjadi implementasi salah satu Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, yakni membiasakan peserta didik mengawali hari dengan beribadah.

Apel Pagi “Penguatan Pendidikan Karakter Siswa”

Baca juga :  Khanafiah Sebagai Topscore Futsal Putri AAFI Jawa Tengah 2

“Kami berupaya menerjemahkan program Bapak Menteri melalui pembiasaan pagi berupa salat Duha dan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Harapannya, kegiatan ini mampu membentuk karakter religius dan disiplin murid sejak awal aktivitas belajar,” ujarnya.

Program pembiasaan pagi dilaksanakan setiap Selasa hingga Jumat, sedangkan hari Senin diawali dengan kegiatan apel pagi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama satu jam pelajaran yang dialokasikan dari jam kokurikuler sesuai ketentuan yang berlaku.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wilujeng Wachyu Utami, M.Pd., mengatakan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Bidang Kurikulum dan Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (ISMUBA). Kolaborasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan penguatan karakter dengan proses pembelajaran di sekolah.

“Durasinya satu jam pelajaran setiap Selasa sampai Jumat, sedangkan hari Senin digunakan untuk apel pagi. Waktu tersebut diambil dari alokasi jam kokurikuler sesuai regulasi Kemendikdasmen,” jelasnya.

Siswa SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga Belajar Inklusi Keuangan Bersama Bank Indonesia

Melalui program pembiasaan pagi ini, SMK Muhammadiyah 3 Purbalingga berharap dapat membangun budaya religius di lingkungan sekolah sekaligus menjadi salah satu solusi dalam penguatan karakter murid. Selain mendukung kebijakan Kemendikdasmen, kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen sekolah dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, disiplin, dan berkarakter Islami. (Gani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *